Berbagai Cara Mengkonsumsi Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Salah satu pola makan sehat yaitu makan sayur setiap hari. Anda dapat menemukan banyak resep masakan Indonesia yang bahan dasarnya dari campuran sayur, seperti lalap, karedok, gado-gado, atau pecel. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis sayuran perlu usaha lebih untuk dicerna oleh tubuh setelah Anda makan. Lantas, bagaimana cara mengakalinya jika Anda suka sekali makan sayur? Yuk, lihat beberapa tipsnya berikut ini.

Cara tepat makan sayur agar mudah dicerna oleh Tubuh

British Nutrition Foundation menyebutkan bahwa sayur dan buah menjadi menu makanan sehat karena kaya serat, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan oleh sel, organ, dan jaringan agar dapat bekerja dengan baik.

Di samping itu, sayuran juga menjaga berat badan tetap sehat karena pada dasarnya rendah kalori dan lemak. Seperti yang Anda tahu, konsumsi lemak dan kalori berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, kanker, penyakit jantung, dan stroke.

Meski menyehatkan, beberapa sayur ternyata sulit dicerna oleh tubuh. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir jika ingin makan sayuran memberatkan kerja sistem pencernaan. Perhatikan beberapa tipsnya di bawah ini:

1. Kunyah hingga lumat

Mengunyah makanan cepat-cepat jadi salah satu penyebab saur jadi lebih sulit dicerna. Apalagi jika sayuran Anda makan masih mentah. Salah satu penyebabnya adalah serat tidak larut yang terkandung pada sayur yang Anda makan.

Tidak seperti lemak atau protein, serat melewati saluran pencernaan secara utuh dan sampai ke usus besar. Di organ ini, serat ini tidak secara menyeluruh dihancurkan oleh bakteri sehingga jadi lebih sulit dicerna.

Itulah sebabnya, Anda diharuskan makan sayuran dan makanan lain dengan tenang. Dengan begini, konsentrasi Anda akan fokus pada tekstur makanan saat dikunyah di mulut.

Selama mengunyah, makanan tidak hanya dihancurkan oleh gigi Anda. Enzim juga dilepaskan melalui air liur sehingga nutrisi sayuran dapat dipecah dan diserap tubuh lebih mudah. Semakin mudah makanan dicerna dan diserap oleh tubuh, semakin sehat sistem pencernaan Anda.

2. Lakukan proses memasak yang tepat

Sayuran seperti kubis dan brokoli, termasuk makanan yang sulit dicerna bila dikonsumsi dalam kondisi mentah. Agar tidak memberatkan usus Anda, sebaiknya jenis sayuran ini dimasak terlebih dahulu. Ada banyak cara untuk memasak sayuran, seperti ditumis, goreng, rebus, atau panggang.

Namun, perlu Anda tahu bahwa cara menyajikannya bisa mengurangi nutrisi sayuran yang Anda makan. Contohnya, merebus sayur memang akan membuat teksturnya jadi lebih lunak dan mudah dicerna. Namun, kandungan vitamin C akan berkurang karena terpapar panas.

Sebaliknya jika sayuran digoreng, teksturnya mungkin jadi lebih renyah dan gurih. Akan tetapi, akan ada tambahan lemak dan ini bisa membuatnya lebih sulit dicerna tubuh.

Jadi, akan lebih baik jika Anda merebus sayur tidak hingga layu dan menggunakan minyak secukupnya. Pilih jenis minyak yang paling baik untuk memasak, seperti minyak zaitun.

3. Sajikan dalam bentuk jus

Cara alternatif agar sayuran yang Anda makan mudah dicerna adalah menyajikannya dalam bentuk jus sayur. Dengan cara ini, tekstur sayuran akan jadi lebih lembut dan mudah Anda konsumsi.

Contoh beberapa sayuran yang bisa Anda jadikan jus adalah bayam, seledri, atau brokoli. Supaya rasanya tetap enak, Anda bisa mengombinasikan dengan buah atau bahan lain, seperti nanas, lemon, apel, susu, atau madu.

Hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur

Makan sayur memang menyehatkan tubuh, tapi ini belum sepenuhnya sempurna. Berikut hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur:

  • Saat Anda menyajikan sayur, perhatikan kebersihan sayur. Pilih bagian yang tidak rusak kemudian cuci sayur hingga bersih dengan air mengalir.
  • Porsi sayur juga harus diperhatikan karena jika dimakan dalam jumlah banyak sekaligus perut akan jadi kembung.
  • Kombinasikan dengan jenis makanan lain, seperti buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan daging. Coba tambahkan potongan daging ayam, telur, atau kacang-kacangan dalam menu makanan yang Anda konsumsi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*