Mengenal lebih dalam tentang jenis-jenis infus dan kegunaanya

Halo sahabat-sahabat sehat sekalian, kali ini akan jadi pembahasan yang beda dari artikel-artikel saya sebelumnya karena pada kesempatan kali ini mimin ingin membagikan pengetahuan-pengetahuan yang sudah mimin pelajari tentang jenis-jenis cairan infus yang sering dipakai di rumah sakit pada para pasiennya serta kegunaanya.

Nah langsung saja ni mimin bahasnya, untuk pertama kalinya mimin ingin mengenalkan apa arti infus dalam dunia kesehatan pada kalian semua. Infus adalah salah satu metode pemberian cairan dan obat yang dilakukan langsung melalui pembuluh darah. Cairan yang diberikan melalui infus dapat berfungsi sebagai cairan pemeliharaan ataupun cairan resusitasi yang biasa digunakan pada para pasien-pasien di rumah sakit.

Cairan infus (intravenous fluid) tersimpan di dalam sebuah kantong atau botol steril yang akan dialirkan melalui selang menuju pembuluh darah. Jenis dan jumlah cairan yang digunakan akan bergantung kondisi pasien, ketersediaan cairan, dan tujuan pemberian cairan infus.

Jenis Cairan Infus dan kegunaanya
1. Cairan koloid

cairan-koloid
Jenis carian infus yang pertama yang akan saya bahas adalah cairan koloid. Cairan koloid memiliki molekul yang lebih berat. Cairan ini dapat diberikan pada pasien yang menderita sakit kritis, pasien bedah, dan juga sebagai cairan resusitasi.

Cairan infus yang termasuk ke dalam jenis cairan koloid adalah sebagi berikut :
A. Albumin
Cairan yang termasuk jenis cairan koloid yang pertama adalah carian Albumin. Biasanya pemberian cairan infus albumin dapat dilakukan saat pasien memiliki kadar albumin yang rendah, misalnya pasien yang menjalani operasi transplantasi hati, menderita luka bakar akut, dan pasien sepsis, maka cairan Albumin ini sangat cocok untuk digunakan pada pasien-pasien yang memiliki kriteria penyakit yang diatas.

B. Dekstran
Yang kedua ada cairan Dekstran yang merupakan salah satu jenis cairan koloid yang mengandung polimer glukosa. Dekstran dapat digunakan untuk memulihkan kondisi kehilangan darah. Selain itu, dekstran juga digunakan untuk mencegah terjadinya tromboemboli setelah operasi.

C. Gelatin
Jenis cairan terakhir yang masuk dalam kategori cairan koloid adalah Gelatin. Gelatin sendiri merupakan jenis cairan koloid yang mengandung protein hewani. Salah satu kegunaan cairan ini adalah untuk mengatasi keadaan kurangnya volume darah yang disebabkan oleh kehilangan darah. Sehingga cairan ini cocok digunakan untuk pasien yang kekurangan pasokan darah di tubuhnya.

2. Cairan kristaloid

cairan-kristaloid
Jenis cairan infus yang kedua yang akan kita bahas sama-sama adalah cairan kristaloid. Cairan kristaloid ini merupakan salah satu jenis cairan yang mengandung natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa di dalamnya.

Cairan kristaloid umumnya digunakan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, mengembalikan pH, menghidrasi tubuh, dan sebagai cairan resusitasi.

Beberapa cairan infus yang masuk ke dalam jenis cairan kristaloid antara lain:
A. Dextrose
Cairan Dextrose merupakan cairan infus yang mengandung gula sederhana. Cairan ini sering digunakan untuk meningkatkan kadar gula darah, pada seseorang yang mengalami hipoglikemia (gula darah rendah). Selain itu, cairan infus dextrose juga dapat digunakan untuk kondisi hyperkalemia (kadar kalium yang tinggi). Maka dari itu cairan Dextrose ini termasuk dalam jenis carian kristaloid karena memiliki kadar natrium klorida dan natrium glokunat didalamnya.

B. Saline
Cairan infus kristaloid berikutnya adalah cairan saline NaCL 0.9 % yang merupakan cairan kristaloid yang sering ditemui. Cairan ini mengandung natrium dan clorida. Cairan infus ini digunakan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit, dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik.

C. Ringer laktat
Jensi cairan kristaloid yang terakhir adalah carian ringer laktat yang merupakan salah satu dari jenis cairan kristaloid yang mengandung kalsium, kalium, laktat, natrium, klorida, dan air. Cairan ringer laktat umumnya diberikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat mengalami luka, cedera, atau menjalani operasi yang menyebabkan kehilangan darah dengan cepat dalam jumlah yang banyak. Selain itu, cairan ini juga sering digunakan sebagai cairan pemeliharan ketika sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Nah itulah beberapa jenis cairan-cairan yang biasa digunakan pada para pasien-pasien yang ada di rumah sakit yang sedang menjalani masa pengobatan mereka.
Saya ingatkan pada kalian artikel ini hanya sekedar pengetahuan umum saja pada bidang kesehatan. Dan juga saya tegaskan jangan menggunakan cairan infus ini sembarangan tanpa pengawasan para dokter. Hal ini karena risiko komplikasi akibat pemberian infus bisa saja terjadi. Selain itu, pemilihan jenis cairan infus juga harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan dokter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*